IRASSHAI MY BLOG

Rabu, 30 Juni 2010

Goresan Penaku..


Sebenarnya.. aku tak ingin menulis, tetapi hatiku mengatakan untuk menulis..
mungkin aku gak akan pernah tersadar akan hal yang menbuatku menangis ketika mengingat itu semua.. sebutir air mata yang menetes, tak membuatku berhenti berharap akan sebuah kehidupan yang selalu aku harapkan. semua yang aku harap, apakah mungkin akan menjadi sebuah kenyataan.. tak mengharap besar akan sebuah keinginanku untuk tetap bertahan hidup. semua mungkin tak akan mengerti, apa yang saat ini aku ungkapkan dalam catatan ini, tetapi inilah yang aku uraikan dalam setiap hariku. goresan-goresan yang kini aku lepaskan dengan pena. semua adalah pengalaman hidupku, ingin aku berteriak sekeras-kerasnya. tetapi aku gak bisa.. itulah yang membuat aku berusaha mewujudkan suatu keinginanku untuk menjadi seorang penulis. melalui hobiku untuk selalu menepiskan pena pada setiap lembaran-lembaran kertas.. apa yang telah tercipta nanti, semoga itulah yang menjadi salah satu kelebihanku dalam menjalani hidup ini..

Jumat, 18 Juni 2010

Taiyou No Uta (タイヨウのうた; Midnight Sun; Song of The Sun) Published by desmarisme under Japanese Movie, Movie

taiyou-no-uta-cover

Setelah sekian lama hunting film ini.. (duh lebaynya..) akhirnya diri ini menemukan nya..menontonnya hingga puas.. dan membuat diri ini..makin ..makin mencintai YUI.. (hahha.. jangan pada mual yah bacanya.. ) Tapi beneran des suka banget sama film ini. Suka sama ceritanya dan cinta sama aktrisnya..YUI ..yeah.. she is my favourite singer and song writer from Japan

Yui disini berperan sebagai Amane Kaoru, gadis 16 tahun yang menderita penyakit Xeroderma Pigmentosum (XP), suatu penyakit yang membuat si penderita tidak dapat mengenai sinar radiasi ultraviolet langsung ke kulitnya. kehidupannya, jika yang lain terjaga dan beraktivitas di malam hari, Kaoru harus tidur dan bersembunyi. Saat malam hari tiba, ia akan berjalan - jalan keluar rumah ditemani gitar kesayangannya dan kembali sebelum matahari terbit yaitu pukul 04.00 pagi. Menyanyi di taman, ditemani lilin kecil (adegan ini des suka banget… foto ada dibawah …OMG.. YUI keren banget.. Luv her so much.. ditambah yang dia nyanyiin lagu kesukaan des setelah TOKYO.. yaitu It’s Happy Line)

yui-its-happy-line

Diam - diam ia menyukai pria yang sering dilihatnya setiap pagi dari jendela rumahnya, pria yang belakangan diketahui bernama Kouji Fujishiro (sumpeh..kalo ga ada adegan lucu yang saling ngenalin diri masing - masing..des ga akan tau nama mereka..hehehe) …

Satu malam, ia melihat kouji pulang sekolah. Tanpa berfikir lagi, ia mendatanginya dan berkata bahwa ia menyukainya.. (dalam adegan ini YUI nyebutin namanya, hobinya, dan juga statusnya yang belum punya pacar..bikin des senyum pas nonton adegan ini..coz YUI muaaaniisss banget..hahaha)

Sahabatnya, Misaki membantunya untuk mengumpulkan informasi mengenai kouji. Ia menyukai surfing (selancar).. satu malam kaoru bernyanyi sendiri di halte tempat kouji menunggu teman-temannya. Ia mengagumi suara dan permainan gitar kaoru (kalo ga kagum ya aneh… abis YUI cantik n berbakat gitu..hahaha..). Setelah malam itu mereka berjanji untuk bertemu kembali, untuk mendengar nyanyian kaoru.

yui-in-taiyou-no-uta

Di malam yang telah dijanjikan, wajah kaoru terlihat kecewa. Tempat yang biasa ia gunakan untuk bernyanyi digunakan orang lain, ia berniat menunggu pria itu selesai bernyanyi. Melihat Kaoru yang bersedih, Kouji mengajaknya pergi ke tempat yang ia tahu.

Di jalanan kota, kaoru menyanyi (kali ini .. YUI nyanyi Skyline… whoa.. jadi suka lagu ini juga..). pertama cuma kouji yang nonton, tapi lama - lama makin banyak.. bahkan penuh orang - orang yang ingin melihat penampilah kaoru. Bahkan seniman jalanan lain bergabung dengannya dan mengiringinya bernyanyi. Kouji sadar akan satu hal. Kaoru sungguh berbakat. Terlalu asyik membuat kaoru lupa waktu, pukul 04.00 ia berlari meninggalkan kouji. ia sadar sesuatu. Ia merasa tak bisa mencintai orang lain karena penyakitnya itu tak dapat disembuhkan. menarik dirinya menjauh dari kouji walau hatinya sedih.

Citaya Collectables Movie Flyer Scan

Hingga akhirnya ayah dan sahabatnya merencakan mempertemukan mereka, membuat kaoru bersemangat kembali dengan hidupnya. hingga kematiannya menjemputnya.

comment des: film ini keren.. gara2 film ini..kok stiap denger good bye days jadi sedih..hiks.. ternyata YUI aktingnya bagus juga lho..

Rabu, 16 Juni 2010

Nana Mizuki From Wikipedia, the free encyclopedia Jump to: navigation, search


Nana Mizuki
水樹 奈々
Birth name 近藤 奈々 (Kondō Nana)
Also known as Nana-chan
Born January 21, 1980 (1980-01-21) (age 30)
Niihama, Ehime, Japan
Origin Niihama, Ehime, Japan
Genres J-pop, power pop, pop rock
Occupations Singer, lyricist, composer, seiyū
Instruments Vocals
Years active 1998 - present
Labels King Records
Website www.mizukinana.jp

Nana Mizuki (水樹 奈々 Mizuki Nana?, born January 21, 1980 in Niihama, Ehime Prefecture), born Nana Kondō (近藤 奈々 Kondō Nana?), is a popular Japanese singer–songwriter and voice actress. Born and raised in Niihama, Ehime, Japan, Mizuki was trained as an enka singer. She made her debut as a voice actress in 1998, however, she released her debut single "Omoi", under the King Records label on December 6, 2000. A year later, she released her debut album, Supersonic Girl on December 5, 2001.[1]

In the years that followed, Mizuki enjoyed modest success that concluded with the release of her single "Innocent Starter", which reached the top 10 Oricon singles chart, charting at #9.[2] Since then, Mizuki's releases have charted steadily higher in Japan, establishing her as one of the more popular singers in the country. Despite this, she remains a prolific seiyū, with over 130 voice roles in separate media.[3] On June 3, 2009, her album Ultimate Diamond peaked at #1;[4] while her single "Phantom Minds", released on January 13, 2010, also charted at #1,[5] further confirming her status as one of the highest-charting artists in Japan. Mizuki is the first seiyū to top the weekly Oricon albums chart and the weekly Oricon singles chart since its inception in 1968.[6][5]

Minggu, 13 Juni 2010

Sakura, Keindahan dari Jepang


Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com

Jepang mempunyai satu jenis bunga yang kesohor hingga ke mancanegara dan sudah sangat identik dengan negara tersebut, yaitu sakura. Sakura memang bunga yang sangat dicintai dan dibanggakan masyarakat Jepang. Ia bahkan menjadi simbol nasional bangsa ini. Para petinggi negara, misalnya, sering menggunakan lambang sakura sebagai label pin pada jas mereka. Bunga sakura juga menjadi desain yang muncul dalam berbagai kerajinan khas Jepang, seperti kimono, yukata, kipas, dan banyak lagi.

Dari kejauhan, bunga sakura tampak agak putih. Sesungguhnya warna bunga ini adalah merah, tapi sangat muda. Sakura mempunyai lima kelopak dan sangat kecil sehingga sulit dinikmati keindahannya secara sendiri-sendiri. Keindahan sakura terletak pada jumlahnya yang sangat banyak memenuhi kanopi pohon dan mekar bersamaan.

Di Jepang, mekarnya sakura menandai awal musim semi. Di ibu kota negara ini, Tokyo, ada beberapa tempat untuk melihat sakura pada awal musim semi. Yang paling populer adalah di sekeliling Istana Raja, Imperial Park yang dikelilingi dengan danau buatan yang indah, Hanzo-bori. Cabang-cabang pohon sakura yang sarat dengan bunga menjuntai dan menjulur ke atas air danau, menimbulkan bayang-bayang yang indah. Di bawah-bawah pohon sakura biasanya muncul pula bunga-bunga kecil berwarna kuning yang membuat suasana tambah cantik.

Taman Ueno tidak jauh dari stasiun kereta Ueno adalah tempat lain untuk menikmati sakura. Kalau di Imperial Park pengunjung tidak boleh menggelar tikar untuk piknik dan makan, di Ueno hampir semua pengunjung datang justru untuk piknik. Jika kita tidak membawa makanan dari rumah, di tempat ini cukup banyak terdapat kedai 7-Eleven, yakni kedai-kedai kecil untuk membeli o-bento (makanan dalam kotak).

Mayoritas orang Jepang tidak melewatkan kesempatan setahun sekali berpiknik di bawah naungan sakura. Orang Jepang menyebut kegiatan itu sebagai hana-mi (menonton bunga). Sekalipun bunga sakura sudah mulai mekar pada akhir Maret, biasanya baru pada minggu kedua April diselenggarakan festival sakura yang berarti tumpah-ruahnya masyarakat ke tempat-tempat konsentrasi bunga sakura.

Di samping itu, terdapat juga tradisi di kalangan para petani Jepang, yaitu melakukan upacara minum sake di bawah naungan kanopi bunga sakura. Upacara ini diharap akan menghasilkan panen yang baik pada tahun yang berjalan. Orang Jepang juga percaya bahwa pohon sakura adalah pagar antara Tuhan dan manusia. Oleh karena itu, melakukan hana-mi juga merupakan ritual keagamaan.

Satu hal yang patut dicontoh dari Jepang, ketika mereka memiliki sesuatu yang khas dan mereka bangga karenanya, mereka tidak sekadar berhenti pada kebanggaan. Mereka berusaha keras agar sesuatu itu tetap berkembang dan terpelihara. Itulah yang terjadi pada sakura.

Haru ga kita (Musim semi tiba)

Di Serba-Serbi Jepang dalam Desember 23, 2006 pada 5:02 am

Friday, May 26, 2006
Haru ga kita (Tulisan di blog `Belajar dari Alam`)

hanamian di tsurumae koen

Musim semi di Jepang adalah musim yang paling indah….
Sakura, ume dan aneka bunga bermekaran. Alam yang semula memutih karena salju menjadi berwarna….Cantik sekali !

Ada sebuah lagu anak menyambut datangnya spring di Jepang ….

Haru ga kita, haru ga kita (musim semi tiba)
doko ni kita (di mana datangnya ?)
yama ni kita, sato ni kita, no ni mo kita (di gunung, di kampung, di lembah musim semi tiba)

Hana ga saku , hana ga saku (bunga bermekaran)
doko ni saku (di mana dia bermekaran)
yama ni saku, sato ni saku, no ni mo saku (di gunung, di kampung, di lembah pun bunga bermekaran)

Tori ga naku, tori ga naku (burung berkicau)
doko de naku (di mana dia berkicau ?)
yama de naku, sato de naku, no de mo naku (di gunung, di kampung, di lembah pun burung berkicau)

Lagu yang sangat sedehana tetapi menggambarkan kegembiraan anak2 Jepang menyambut datangnya musim semi. Lirik lagu diciptakan oleh seorang guru SD di Nagano prefecture di masa Meiji.

Lagu anak-anak di Jepang sangat kaya dengan nilai pembelajaran, mengingatkan saya pada lagu2 masa kanak dulu yang dibuat oleh Pak AT Mahmud, Bu Sud, Bu Kasur, dll. Kadang sambil menyanyikannya terbayang kenangan indah masa kanak. Teringat mamak ketika kunyanyikan `Di Matamu mama ada bintang`, teringat langit malam di rumahku ketika kudendangkan `Bintang kejora`, terbayang kampung tempat kelahiran ketika menyanyikan lagu `Desaku` , teringat leluhurku yang tulen orang Bugis ketika kunyanyikan `Nenek moyangku seorang Pelaut`, teringat kebun bungaku ketika kusenandungkan `Bunga Nusa Indah`, bahkan rindu pada warna pelangi (karena baru sekali melihatnya di Jepang) ketika kudendangkan lagu `Pelangi-Pelangi`.

Lagu di masa kanak memang kekal adanya. Karenanya ajarkanlah mereka lagu yang baik maknanya yang darinya dia dapat belajar tentang alam, lingkungannya, keluarganya dan orang-orang di sekitarnya secara sederhana dan menyenangkan.

Selasa, 08 Juni 2010

SAKURA

Sakura (桜, 櫻 ?) bersama dengan bunga seruni, merupakan bunga nasional Jepang yang mekar pada musim semi, yaitu sekitar awal April hingga akhir April.

Sakura dapat terlihat di mana-mana di Jepang, diperlihatkan dalam beraneka ragam barang-barang konsumen, termasuk kimono, alat-alat tulis, dan peralatan dapur. Bagi orang Jepang, sakura merupakan simbol penting, yang kerap kali diasosiasikan dengan perempuan, kehidupan, kematian, serta juga merupakan simbol untuk mengeksperesikan ikatan antarmanusia, keberanian, kesedihan, dan kegembiraan. Sakura juga menjadi metafora untuk ciri-ciri kehidupan yang tidak kekal.

Sakura
SakuraHealed.png

Pemerian

Pohon sakura adalah salah satu pohon yang tergolong dalam familia Rosaceae, genus Prunus sejenis dengan pohon prem, persik, atau aprikot, tetapi secara umum sakura digolongkan dalam subgenus sakura. Asal-usul kata "sakura" adalah kata "saku" (bahasa Jepang untuk "mekar") ditambah akhiran yang menyatakan bentuk jamak "ra". Dalam bahasa Inggris, bunga sakura disebut cherry blossoms.

Warna bunga tergantung pada spesiesnya, ada yang berwarna putih dengan sedikit warna merah jambu, kuning muda, merah jambu, hijau muda atau merah menyala.

Bunga digolongkan menjadi 3 jenis berdasarkan susunan daun mahkota:

  • bunga tunggal dengan daun mahkota selapis
  • bunga ganda dengan daun mahkota berlapis
  • bunga semi ganda

Pohon sakura berbunga setahun sekali, di pulau Honshu, kuncup bunga sakura jenis someiyoshino mulai terlihat di akhir musim dingin dan bunganya mekar di akhir bulan Maret sampai awal bulan April di saat cuaca mulai hangat.

Di Jepang, mekarnya sakura jenis someiyoshino dimulai dari Okinawa di bulan Februari, dilanjutkan di pulau Honshu bagian sebelah barat, sampai di Tokyo, Osaka, Kyoto pada sekitar akhir Maret sampai awal April, lalu bergerak sedikit demi sedikit ke utara, dan berakhir di Hokkaido di saat liburan Golden Week.

Setiap tahunnya pengamat sakura mengeluarkan peta pergerakan mekarnya bunga sakura someiyoshino dari barat ke timur lalu utara yang disebut sakurazensen. Dengan menggunakan peta sakurazensen dapat diketahui lokasi bunga sakura yang sedang mekar pada saat tertentu.

[sunting] Ciri khas

Bunga sakura jenis someiyoshino (Prunus × yedoensis Matsum. cv. Yedoensis)
Pohon sakura (jenis someiyoshino), sekitar 2 bulan setelah bunganya mekar)

Ciri khas sakura jenis someiyoshino adalah bunganya yang lebih dahulu mekar sebelum daun-daunnya mulai keluar. Puluhan, ratusan, bahkan ribuan batang pohon yang berada di lokasi yang sama, bunganya mulai mekar secara serentak dan rontok satu per satu pada saat yang hampir bersamaan.

Bunga sakura jenis someiyoshino hanya dapat bertahan kurang lebih 7 sampai 10 hari dihitung mulai dari kuncup bunga terbuka hingga bunga mulai rontok. Rontoknya bunga sakura tergantung pada keadaan cuaca dan sering dipercepat oleh hujan lebat dan angin kencang. Beberapa jenis burung dikenal suka memakan bagian bunga yang berasa manis, sedangkan burung merpati memakan seluruh bagian bunga.

Kesempatan langka piknik beramai-ramai di bawah pohon sakura untuk menikmati mekarnya bunga sakura disebut hanami (ohanami). Saat melakukan hanami adalah ketika semua pohon sakura yang ada di suatu tempat bunganya sudah mekar semua.

Di Jepang terdapat standar untuk menyampaikan informasi tingkat mekar bunga sakura, mulai dari terbukanya kuncup bunga (kaika), mekarnya 10% dari kuncup bunga yang ada di pohon (ichibuzaki) sampai bunga mekar seluruhnya (mankai). Bunga yang rontok segera digantikan dengan keluarnya daun-daun muda. Pohon sakura yang bunganya mulai rontok dan mulai tumbuh daun-daun muda sebanyak 10% disebut ichibu hazakura. Sementara itu, pohon sakura yang semua bunga sudah rontok dan hanya mempunyai daun-daun muda disebut hazakura (sakura daun).

Bunga dari pohon jenis yamazakura mekar lebih lambat dibandingkan jenis someiyoshino dan bunganya mekar bersamaan dengan keluarnya daun-daun muda.

[sunting] Konsumsi bunga sakura

Daun dan bunga sakura yang sudah direndam di dalam air garam (shiozuke) dimanfaatkan untuk bahan makanan karena wanginya yang harum. sakura mochi adalah kue moci yang dibungkus daun sakura. Ada juga es krim dan kue kering rasa bunga sakura. Teh bunga sakura umumnya diminum pada kesempatan istimewa seperti pesta pernikahan. Ranting dan kuncup bunga sakura juga digunakan sebagai bahan pewarna alami.

[sunting] Jenis-jenis

Bunga sakura Ukon (Prunus lannesiana Wilson cv. Grandiflora)
Kanhizakura (Prunus campanulata Maxim)
Yamazakura

Sebagian besar jenis pohon sakura merupakan hasil persilangan, misalnya jenis someiyoshino yang tersebar di seluruh Jepang sejak zaman Meiji adalah hasil persilangan pohon sakura di zaman Edo akhir. Sakura jenis someiyoshino inilah yang sangat tersebar luas, sehingga kebanyakan orang hanya mengenal someiyoshino (yang merupakan salah satu jenis sakura) sebagai sakura.

Pada zaman dulu sebelum ada jenis someiyoshino, orang Jepang mengenal bunga sakura yang mekar di pegunungan yang disebut yamazakura dan yaezaki no sakura sebagai sakura. Di saat mekarnya bunga sakura, ribuan batang pohon Yamazakura yang tumbuh di Pegunungan Yoshino (Prefektur Nara) menciptakan pemandangan menakjubkan warna putih, hijau muda, dan merah jambu.

Beberapa jenis sakura:

  • Edohigan

Edohigan adalah sakura yang mekar di Hari Ekuinoks Musim Semi dan bunganya paling panjang umur. Jenis-jenis lain yang serupa dengan edohigan adalah ishiwarizakura dan yamadakashinyozakura yang termasuk pohon sakura yang dilindungi. Miharutakizakura adalah salah satu jenis edohigan yang rantingnya menjuntai-juntai, sedangkan yaebenishidare dikenal daun bunganya yang banyak dan warnanya yang cerah.

  • Hikanzakura

Hikanzakura atau disebut juga kanhizakura adalah sakura yang tersebar mulai dari wilayah Tiongkok bagian selatan sampai ke Pulau Formosa. Kanhizakura banyak ditemukan tumbuh liar di Prefektur Okinawa. Bagi orang Okinawa, kata "sakura" sering berarti hikansakura. Pengumuman mekarnya bunga sakura di Okinawa biasanya berarti mekarnya hikanzakura. Di Okinawa, kuncup bunga hikanzakura mulai terbuka sekitar bulan Januari atau Februari. Di Pulau Honshu, hikanzakura banyak ditanam mulai dari wilayah Kanto sampai ke Kyushu dan biasanya mulai mekar sekitar bulan Februari atau Maret.

  • Shidarezakura
Bunga sakura jenis shidare (Shidarezakura)
  • Fuyuzakura

Fuyuzakura (sakura musim dingin) adalah jenis pohon sakura yang bunganya mekar sekitar bulan November sampai akhir bulan Desember. Onishimachi di Prefektur Gunma adalah tempat melihat fuyuzakura yang terkenal.

[sunting] Sakura dan buah ceri

Buah ceri dari pohon sakura yang untuk dinikmati bunganya

Pohon sakura menghasilkan buah yang dikenal sebagai buah ceri (bahasa Jepang: sakuranbo). Buah ceri yang masih muda berwarna hijau dan buah yang sudah masak berwarna merah sampai merah tua hingga ungu. Walaupun bentuknya hampir serupa dengan buah ceri kemasan kaleng, buah ceri yang dihasilkan pohon sakura ukurannya kecil-kecil dan rasanya tidak enak sehingga tidak dikonsumsi.

Pohon sakura yang menghasilkan buah ceri untuk keperluan konsumsi umumnya tidak untuk dinikmati bunganya dan hanya ditanam di perkebunan. Produsen buah ceri terbesar di Jepang berada di Prefektur Yamagata. Buah ceri produk dalam negeri Jepang seperti jenis sato nishiki harganya luar biasa mahal. Di Jepang, buah ceri produksi dalam negeri hanya dibeli untuk dihadiahkan pada kesempatan istimewa. Buah ceri yang banyak dikonsumsi masyarakat di Jepang adalah buah ceri yang diimpor dari negara bagian Washington dan California di Amerika Serikat.

[sunting] Tempat-tempat pilihan untuk melihat bunga Sakura

Di tahun 1990, Asosiasi Bunga Sakura Jepang (Japan Cherry Blossom Association) mengeluarkan daftar 100 tempat terpilih untuk melihat keindahan bunga Sakura.

Daerah Kanto:

  • Tokyo: Taman Ueno (Taito-ku), Taman Shinjuku-gyoen (Shinjuku-ku), Taman Sumida (Sumida-ku), Taman Koganei (kota Koganei), Taman Inogashira (kota Musashino)

Daerah Tokai:

  • Prefektur Gifu: Taman Usuzumi/Neodani (kota Motosu), Pinggir Sungai Shinsakai (kota Kakamigahara), Kamagatani (kota Ikeda)

Daerah Kansai:

  • Prefektur Osaka: Taman Istana Osaka (Osaka), The Mint Bureau (Osaka), Taman Expo '70 (kota Suita)
  • Prefektur Hyogo: Taman Istana Himeji (kota Himeji), Taman Akashi (Kota Akashi), Taman Shukugawa (Nishinomiya)
  • Prefektur Nara: Taman Nara (kota Nara), Pegunungan Yoshino (kota Yoshino), Taman Kooriyamajoshi (Yamato Kooriyama)

SAKURA JAPANESE


Hanami (cherry blossom viewing) has been a Japanese custom since the 7th century when the aristocrats enjoyed looking at beautiful sakura and wrote poems. Sakura is a symbol of Japan, and it's said that there are over four hundred varieties of cherry trees in Japan. The most popular kind of sakura which can be viewed everywhere in Japan is somei-yoshino (Yedoensis). Japanese cherry trees do not yield fruits like other cherry trees.


Hanami and cherry blossom festivals are held all over Japan in spring. In hanami parties, people have fun, drinking, eating, and singing during the day or night. It is like a picnic under sakura trees. Usually, people bring food, do BBQ, or buy food from vendors for hanami parties. Among various food people eat in hanami, dango is the most common. See Japanese food for hanami.

In popular hanami spots, there are even competitions for the best spots. If you do not like a crowd, you can go to mountains or other quiet places for hanami. Stop by any gardens near you. There are sakura trees everywhere in Japan. If you are planning to visit Kyoto, spring is a good season since Kyoto's historical sites are famous spots for sakura. Sakura in Kyoto.

Cherry blossoms flower at different times throughout Japan. The cherry blossoms begin blooming in January in Okinawa, and they are at their peak in late March to April in Honshu region. In Hokkaido, cherry blossoms usually become in their peak in May. Please refer to the map which shows the average date of sakura flowering in Japan. The blooming period of sakura is very short. Don't miss the best time for hanami in your